Kamis, 14 Februari 2013

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Pendahuluan
Setiap kali anda akan membuat keputusan, sering kali terdapat rasa cemas bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Memang terlihat wajar, namun jika ini terus menerus juga kurang baik buat anda. Nah, saya disini ingin share sebuah metode yang akan membantu anda untuk membebaskan anda dari pusing kepala dalam mengambil keputusan.


Ane dapet metode ini dari seorang yang terkenal, yang hidup di pulau khayalan, adalah Robin Crusoe. Mungkin agan tahu dia dari Film?

        Robin Crusoe memiliki cara yang sangat tepat untuk membuat keputusan-keputusan penting tanpa kecemasan. Ia akan memikirkan masalahnya, kemudian melukiskan dua kolom catatannya. Dalam kolom yang satu, ia membeberkan alasan-alasannya mengapa ia harus melakukan hal-hal tertentu itu. dan kolom yang lain, ia menulis alasan-alasan mengapa ia tidak boleh melakukannya. Kolom yang satu adalah UNTUK sebuah gagasan; yang lainnya MELAWAN gagasan itu. kemudian ia membeberkan alasan-alasan ini seperti suatu bala tentara dan mengadakan pemeriksaan. Sementara, ia memeriksa, keputusan yang tepat akan selalu akan muncul dalam pikirannya.

Isi

Membuat keputusan yang sulit di tengah situasi yang serba tidak pasti sangat penting bagi kepemimpinan yang sukses. Keputusan perlu diambil dengan cepat dan akurat agar tidak kehilangan momentum. Sering kali ada saat-saat kritis dimana pengambilan keputusan sangat sulit dan menegangkan. Meskipun demikian, keputusan yang berani biasanya malah lebih aman. Di artikel ini saya ingin menuliskan beberapa petunjuk praktis untuk mengambil keputusan, baik keputusan publik maupun pribadi terutama ketika situasinya kompleks dan penuh ketidakpastian. Tips ini saya disarikan dari tulisan Dave Jensen, seorang pengajar senior di  Emory Universitys School of Business.  Ada empat pertanyaan yang perlu dijawab untuk sampai pada keputusan terbaik.
Pertanyaan VISIONARY: “Apa hasil terbaik yang bisa dicapai dari keputusan ini?” Pertanyaan ini menggali perspektif yang lebih luas, implikasi strategis dan pertimbangan jangka panjang. Ketika dihadapkan pada tantangan yang sulit, gali lebih dalam dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan strategis seperti:
1. Bagaimana hubungan antara tantangan ini dengan arah organisasi?
2. Apakah problem ini penting untuk  dipecahkan?
3. Apa konsekuensi negatif dan positifnya?
4. Kapan saya harus memutuskan?
5. Apakah saya punya kecenderungan untuk status quo?

Pertanyaan RASIONAL: Pelajari bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui. Apa fakta-faktanya, dan apa yang diharapkan oleh mereka yang terkena dampaknya. Pemikiran rasional membantu kita memonitor keadaan sekitar kita dan mengenali fakta-fakta yang ada. Kita juga perlu tahu hubungan antara fakta-fakta itu, mana sebab dan mana akibat. Di dalam memutuskan bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks, kita harus tahu konteks internal dan external dengan bertanya:
  • Apakah saya sudah mendapatkan informasi yang betul  untuk mengambil keputusan?
  • Apa rencana cadangannya  (Back up plan)?
  • Asumsi-asumsi apa yang saya buat?
  • Bagaimana saya memonitor pelaksanaan keputusan yang akan saya ambil?
  • Proses transparan apa yang perlu saya gunakan?
Pertanyaan ETIKA: berhubungan dengan nilai-nilai moral yang kita gunakan. Kita memulainya dengan bertanya, “Langkah yang mana yang benar, terutama untuk kepentingan orang banyak?” Pertanyaan ini memberikan fokus perhatian kita pada orang-orang yang kita pimpin. Ketika berhadapan dengan masalah yang penuh resiko, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bisa menjadi pembimbing :
  • Bila setiap orang di organisasi ini harus melakukan persis seperti apa yang sedang saya pertimbangkan akan saya lakukan, akan seperti apa organisasi ini jadinya?
  • Tindakan apa yang terbaik bagi bagian terbesar organisasi  tanpa melanggar hak individu?
  • Tindakan apa yang paling jujur dan paling adil untuk dilakukan?
  • Apakah apa  yang akan saya putuskan sejalan dengan nilai-nilai yang saya pegang?
Pertanyaan KONSEKUENSI: Mengingatkan bahwa kita adalah makhluk yang bebas menentukan pilihan dan karenanya bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan kita. Hal ini membawa kita pada pertanyaan, “Apa konsekuensi dari pilihan-pilihan kita?” Pada akhirnya kita harus menentukan apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan. Berikut ini adalah pertanyaan yang bisa membimbing dalam menentukan pilihan: Apakah saya sudah minta pendapat orang yang sering kali berbeda pendapat dengan saya agar saya bila melihat kasus ini dari sudut pandang yang berbeda?
  • Seberapa besar risiko masing-masing alternatif yang akan saya ambil?
  • Apakah saya bisa men tes alternatif-alternatif ini pada skala kecil sebelum keputusan diambil?
  • Pilihan mana yang terbaik berdasarkan jawaban-jawaban semua pertanyaan ini?
Setiap hari kita harus mengambil keputusan. Ada keputusan yang rutin, misalnya: keputusan tentang menu makan siang, rute perjalanan ke tempat kerja, atau baju yang akan kita kenakan. Ada pula keputusan yang nonrutin, hadiah ulang tahun untuk orang terkasih, pilihan sekolah untuk anak-anak, atau keputusan membeli kendaraan untuk kegiatan sehari-hari.
Sekali waktu kita juga harus mengambil keputusan yang sulit bagai memakan buah simalakama: diambil salah, tak diambil sepertinya juga salah. Nah, jika keputusan yang seperti ini yang harus kita ambil, apa yang harus kita lakukan?
Tetap Tenang
Takut, khawatir, waswas adalah hal yang wajar ketika kita harus mengambil keputusan yang sulit. Apalagi jika kita harus menghadapi risiko yang tinggi pula.
Analisis Situasi
Analisis ini diperlukan untuk memahami betul kekuatan dan kelemahan kita saat itu, serta kekuatan dan kelemahan pihak-pihak lain yang harus kita hadapi dalam pengambilan keputusan sulit tersebut, bagaimana reaksi mereka terhadap berbagai kemungkinan alternatif keputusan yang akan diambil. Selain analisis terhadap personel, kita juga perlu menganalisis lokasi, sarana, prasarana, dan kondisi kemampuan keuangan. Pendeknya, kita perlu menganalisis segala aspek yang terkait dengan keputusan yang harus kita ambil tersebut.
Berbagai Alternatif
Setelah situasi sudah kita pahami dengan benar dan kenali dengan baik, kita bisa menyusun berbagai alternatif skenario yang bisa kita ambil. Alternatif skenario ini penting agar kita bisa mengantisipasi dampak baik ataupun buruk tiap skenario keputusan yang kita ambil. Misalnya, apakah kita akan menunda untuk memulai usaha sendiri? Jika ya, apa dampaknya? Apakah kita akan memutuskan untuk berhenti dari tempat kerja dan memulai usaha sendiri dalam enam bulan ke depan? Jika memang demikian, skenario apa yang mungkin terjadi, adakah yang perlu kita siapkan dari sekarang?
Berapa dana yang kita dapatkan, berapa dana yang kita miliki, berapa dana yang diperlukan? Apa saja yang harus dipersiapkan: jenis usaha yang akan dijalankan, lokasi usaha, fasilitas dan perizinan yang diperlukan. Adakah alternatif lain dari memulai usaha sendiri: berkolaborasi, membeli franchise, atau sekadar menanamkan modal dalam bentuk investasi saham, properti?
“Kondisi Terburuk”
Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan sulit, kita dihadapkan pada kemungkinan terjadinya risiko terburuk. Untuk itu, kita perlu memikirkan skenario terburuk yang mungkin saja terjadi. Ini penting untuk kita lakukan. Alasan pertama adalah agar kita bisa memikirkan strategi terbaik untuk menghindari terjadinya skenario terburuk tersebut. Alasan kedua adalah untuk meminimumkan risiko yang mungkin timbul jika skenario terburuk ini yang harus diambil. Selain itu, dengan mengantisipasi adanya skenario terburuk, kita bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi skenario terburuk tersebut, dan mencari celah lain untuk menghindari terjadinya skenario terburuk ini.
Cari Dukungan
Dalam menghadapi keputusan yang sulit, setelah kita menganalisis kondisi dan opsi yang ada, serta mengantisipasi skenario terburuk yang mungkin harus kita ambil, kita bisa mencoba menganalisis dukungan apa yang bisa kita dapatkan atau yang bisa kita cari. Siapa saja orang-orang yang bisa kita hubungi untuk dukungan, saran, dan nasihat. Dukungan ini penting, karena dengan berbagai dukungan, beban kita terasa lebih ringan, dan kualitas keputusan yang kita ambil juga bisa lebih baik dan lebih matang.
Dengan sumbangan berbagai pikiran, dampak negatif dari keputusan sulit tersebut bisa dikelola dengan lebih baik, sehingga hasil negatifnya minimum, dan dampak positifnya bisa maksimum.
Fokus pada Solusi
Selanjutnya, kita bisa menganalisis lagi berbagai masukan yang kita terima dengan saksama. Karena keputusan tetap di tangan kita, dan kitalah yang akan mengalami dampak terbesarnya, maka kita bertanggung jawab untuk memilih alternatif yang terbaik. Dalam memilih alternatif terbaik, kita perlu fokus pada alternatif skenario yang memberikan solusi terbaik dari keadaan yang kita alami tersebut. Setelah keputusan kita ambil, persiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi, dan yakinlah bahwa itulah keputusan terbaik yang bisa kita ambil saat itu.
Nah, jika Anda sedang menghadapi situasi yang menuntut kita untuk mengambil keputusan sulit, mungkin Anda bisa mencoba beberapa strategi yang baru saja kita bahas.

Kesimpulan

1. Tetapkan sasaranmu (set your goals)
Langkah pertama tentu saja kamu harus mengetahui dengan jelas masalah apa yang sedang kamu hadapi. Kamu juga harus memiliki tujuan dan hasil yang ingin dicapai setelah kamu mengambil keputusan. Secara umum ada 2 jenis keputusan:
1. Keputusan ya atau tidak. Contohnya haruskah kamu membeli mobil atau haruskah kamu berganti pekerjaan.
2. Memilih dari pilihan yang ada. Contohnya mobil jenis apa yang akan kamu beli atau pekerjaan apa yang terbaik buat kamu.

Ini permulaan yang penting karena tujuan akhir akan mempengaruhi caramu dalam bertindak dan berpikir. Berikan tenggat waktu (deadline) kapan kamu harus mengambil keputusan untuk memastikan kamu tidak terlalu lama fokus di satu masalah tanpa memperdulikan masalah yang lain.
2. Cari informasi yang tepat
Informasi adalah kunci untuk mengambil keputusan yang benar. Carilah fakta dan opini yang mendukung keputusanmu. Lakukanlah observasi, interview, survey, membaca literatur, atau meminta pendapat orang lain untuk mendapatkan informasi baik yang subyektif maupun obyektif. Tapi ingat, jangan sampai mencari suatu informasi pada orang yang salah atau meminta sarat dari orang yang tidak berpengalaman misalnya meminta pendapat tentang cara mengatur keuangan dari orang yang memiliki utang yang banyak atau cara menurunkan berat badan yang tepat dari orang yang kelebihan berat badan. Hal-hal semacam itu kadang tidak diperhatikan yang membuat informasi atau saran yang kamu dapat tidak benar.
3. Mencari opsi dan kemungkinan yang ada dari berbagai sudut pandang
Dalam mengambil keputusan, kamu harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada terutama apabila keputusan yang kamu ambil adalah suatu keputusan yang besar. Jelajahi setiap perspektif yang berbeda, jangan batasi dirimu oleh sesuatu yang sudah tersedia atau sesuatu yang sudah ada di pikiranmu. Berpikir out-of-the-box awalnya pasti tampak tidak relevan atau tidak sesuai dengan situasi yang ada, namun justru solusi sering muncul dari ide-ide semacam itu. Tapi, tentu saja berbagai kemungkinan itu harus didukung oleh fakta dan riset yang benar.
4. Menganalisis tiap kelebihan dan kekurangan opsi yang akan kamu ambil
Gunakan logika dan akal sehatmu untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan atau keuntungan dan kelemahan dari setiap opsi yang ada. Apa keputusan ini masuk akal? Jika ya, mengapa, jika tidak, mengapa tidak? Apa resiko dari keputusan ini? Apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir resiko yang ada? Tanyalah pertanyaan-pertanyaan itu pada dirimu sendiri.
5. Jangan mencoba untuk sempurna
Banyak orang menunda-nunda keputusan karena takut salah. Pertama-tama kamu harus tahu bahwa, manusia tidak ada yang sempurna, bahkan seorang pemimpin yang berpengalaman kadang membuat kesalahan. Kedua, meskipun kamu membuat kesalahan, kamu bisa belajar banyak dari kesalahanmu dan itu adalah pengalaman yang sangat berharga
6. Lakukan, meskipun keputusanmu sulit
Seringkali, kamu harus menghadapi situasi sulit untuk mengambil suatu keputusan. Jika kamu menghadapi situasi semacam itu, jangan terus menghindar karena kamu hanya menambah masalah. Keputusan seperti apakah kamu harus mengakhiri sebuah hubungan atau apakah kamu harus berganti pekerjaan, memang bukan keputusan yang mudah namun kamu tetap harus membuat suatu keputusan tegas agar kamu tidak berlama-lama berkonsentrasi di satu situasi dan mengabaikan masalah lain yang menunggu keputusanmu juga.

Setelah kamu membuat sebuah keputusan, bukan berarti pekerjaanmu selesai disitu saja. Kamu harus memonitor dan mengevaluasi dampak dan efek nyata dari keputusan yang sudah kamu buat. Apabila ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasimu, kamu bisa memutar jalan dan mengamkabil jalan yang lain. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.




Daftar pustaka



Senin, 29 Oktober 2012

tugas softskill tentang kwitansi UKM


*   konsumen adalah tempat pertama yang disinggahi oleh captain order atau data pesanan.
*   Itu adalah awal untuk cara kita memesan
*   Lalu data makanan yang berwarna biru kedikirim ke kitchen atau ke koki
*   Setalah data tersebut dikirim ke koki, barulah koki membuatkan pesanan tersebut
*   Lalu yang berwarna kuning dikirim ke gudang untuk persediaan makanan
*   Apabila persediaan makanan tersebut habis, barulah digunakan data makanan yang berwarna kuning untuk bukti pengambilan barang
*   Dan yang berwarna putih dikirim ke kasir untuk di input di dalam data perusahaan
*      Setelah diinput didalam kasir, lalu diberikan kepada order untuk bukti pembayaran.
  
  dibawah ini adalah contoh scan tentang kwitansi data pemesanan

dan yang selanjutnya adalah contoh flow chart tentang proses jalannya kwitansi tersebut.

  

Jumat, 06 Juli 2012

pengertian otonomi daerah


Pembuka

Penertian umum

Daerah Otonom
 selanjutnya disebut Daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu, yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembentukan Daerah
 adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.
Pemekaran Daerah
adalah pemecahan Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten, dan Daerah Kota menjadi lebih dari satu Daerah.
Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah
 adalah forum konsultasi Otonomi Daerah di tingkat Pusat yang bertanggung jawab kepada Presiden.
Ruang
adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara sebagai suatu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya.
Tata Ruang
 adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak.
Prasarana dan Sarana Wilayah
adalah kelengkapan dasar fisik wilayah yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Satuan Wilayah Pengembangan (SWP)
adalah suatu wilayah dengan dengan semua kota di dalamnya mempunyai hubungan hirarki yang terikat oleh sistem jaringan jalan sebagai prasarana perhubungan darat, dan atau yang terkait oleh sistem jaringan sungai atau perairan sebagai prasarana perhubungan air.
Geografis
 adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk permukaan, iklim, penduduk, fauna, flora, dan potensi kegiatan ekonomi.
Aksesibilitas
adalah keadaan atau ketersediaan hubungan dari satu tempat ke tempat lainnya atau kemudahan seseorang atau kendaraan untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain dengan aman, nyaman, serta kecepatan yang wajar.
Sumber Daya Alam
adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya alam hayati (nabati dan hewani) dan sumber daya alam non hayati.
Kawasan Suaka Alam
adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
Kawasan Lindung
adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.
Prasarana Transportasi
adalah bangunan-bangunan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan atau jasanya bagi kebutuhan dasar penduduk yang terdiri atas jalan, jembatan, pelabuhan, bandara.
Transportasi
adalah hal-hal yang berkaitan dengan pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain.
Perumahan
adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan huhnian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.
Permukiman
adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Isi

Otonomi daerah
 
dapat diartikan sebagai kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan yang dimaksud dengan kewajiban adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing.
Pelaksanaan otonomi daerah merupakan titik fokus yang tidak sama sekali penting dalam rangka memperbaiki kesejahteraan para artis. Pengembangan suatu daerah dapat disesuaikan oleh pemerintah daerah dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah daerah untuk membuktikan kemampuannya dalam melaksanakan kewenangan yang menjadi hak daerah. Maju atau tidaknya suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan yaitu pemerintah daerah. Pemerintah daerah bebas berkreasi dan berekspresi dalam rangka membangun daerahnya, tentu saja dengan tidak melanggar ketentuan hukum yaitu ya perundang undang

Tujuan otonomi daerah

Otonomi daerah merupakan suatu wujud demokrasi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah daerah untuk mengurus sendiri rumah tanggannya dengan tetap berpegang kepada peraturan perundangan yang berlaku. Otonomi dijadikan sebagai pembatas besar dan luasnya daerah otonom dan hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menghindari daerah otonom menjadi Negara dalam Negara. Daerah otonom adalah batas wilayah tertentu yang berhak, berwenang dan berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ada dua tujuan yang ingn dicapai melalui kebijakan desentralisasi yaitu tujuan politik dan tujuan administrative. Tujuan Politik akan memposisikan Pemda sebagai medium pendidikan politik bagi masyarakat di tingkat local dan secara nasional unutk mempercepat terwujudnya civil society. Sedangkan tujuan administrative akan memposisikan Pemda sebagai unit pemerinthan di tingkat local yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan masyarakat secara efektif dan ekonomis.
Pelayanan yang disediakan Pemda kepada masyarakat ada yang bersifat regulative(pengaturan) seperti mewajibkan penduduk untuk mempunyai KTP, KK. IMB, dsb. Sedangkan bentuk pelayanan lainnya adalah yang bersifat penyediaan public goods yaitu barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti jalan, pasar, rumaha sakit, terminal dsb. Apapun barang dan regulasi yang disediakan oleh Pemda haruslah menjawab kebutuhan riil warganya. Tanpa itu, pemda akan kesulitan dalam memberikan akuntabilitas atas legitimasi yang telah diberikan kepada pemda untuk mengatur dan  mengurus masyarakat.
Misi keberadaan Pemda adalah begaimana mensejahterahkan masyarakat melalui penyediaan pelayanan public secara efektif, efisien, dan ekonomis serta melalui cara-cara yang demokratis. Demokrasi pada pemda berimplikasi bahwa pemda dijalankan oleh masyarakat sendiri melalui wakil-wakil rakyat yang dipilih secara demokratis dan dalam menjalankan misinya mensejahterahkan rakyat, wakil-wakil rakyat tersebut akan selalu menyerap, mengartikulasikan serta meng-agregasikan aspirasi rakyat tersebut kedalam kebijakan-kebijakan public tingkat local. Namun, kebijakan public di tingkat local tidak boleh bertentangan dengan kebijakan public nasional dan diselenggarakan dalam koridor-koridor norma, nilai dan hukum positif yang berlaku pada Negara dan bangsa tersebut.
Manfaatotonoi daerah
1.     Pelaksanaan dapat dilakukan sesuai dengan kepentingan Masyarakat di Daerah yang bersifat heterogen.
2.     Memotong jalur birokrasi yang rumit serta prosedur yang sangat terstruktur dari pemerintah pusat.
3.     Perumusan kebijaksanaan dari pemerintah akan lebih realistik.
4.     Desentralisasi akan mengakibatkan terjadinya "penetrasi" yang lebih baik dari Pemerintah Pusat bagi Daerah-Daerah yang terpencil atau sangat jauh dari pusat, di mana seringkali rencana pemerintah tidak dipahami oleh masyarakat setempat atau dihambat oleh elite lokal, dan di mana dukungan terhadap program pemerintah sangat terbatas.
5.     Representasi yang lebih luas dari berbagai kelompok politik, etnis, keagamaan di dalam perencanaan pembangunan yang kemudian dapat memperluas kesamaan dalam mengalokasikan sumber daya dan investasi pemerintah.
6.     Peluang bagi pemerintahan serta lembaga privat dan masyarakat di Daerah untuk meningkatkan kapasitas teknis dan managerial.
7.     Dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan di Pusat dengan tidak lagi pejabat puncak di Pusat menjalankan tugas rutin karena hal itu dapat diserahkan kepada pejabat Daerah.
8.     Dapat menyediakan struktur di mana berbagai departemen di pusat dapat dikoordinasi secara efektif bersama dengan pejabat Daerah dan sejumlah NGOs di berbagai Daerah. Propinsi, Kabupaten, dan Kota dapat menyediakan basis wilayah koordinasi bagi program pemerintah.
9.     Struktur pemerintahan yang didesentralisasikan diperlukan guna melembagakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi program.
10.                        Dapat meningkatkan pengawasan atas berbagai aktivitas yang dilakukan oleh elite lokal, yang seringkali tidak simpatik dengan program pembangunan nasional dan tidak sensitif terhadap kebutuhan kalangan miskin di pedesaan.
11.                        Administrasi pemerintahan menjadi mudah disesuaikan, inovatif, dan kreatif. Kalau mereka berhasil maka dapat dicontoh oleh Daerah yang lainnya.
12.                        Memungkinkan pemimpin di Daerah menetapkan pelayanan dan fasilitas secara efektif, mengintegrasikan daerah-daerah yang terisolasi, memonitor dan melakukan evaluasi implementasi proyek pembangunan dengan lebih baik dari pada yang dilakukan oleh pejabat di Pusat.
13.                        Memantapkan stabilitas politik dan kesatuan nasional dengan memberikan peluang kepada berbagai kelompok masyarakat di Daerah untuk berpartisipasi secara langsung dalam pembuatan kebijaksanaan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan kepentingan mereka di dalam memelihara system politik.
14.                        Meningkatkan penyediaan barang dan jasa di tingkat lokal dengan biaya yang lebih rendah, karena hal itu tidak lagi menjadi beban pemerintah Pusat karena sudah
15.                        diserahkan kepada Daerah.

Pembahasan.

Dengan kita mempelajari tenteng otonomi daerah maka kita akan mengerti pula dengan semua pembahasan tentang otonomi tersebut. Dan juga menjadi tolak ukur atau tanggung jawab terhadap wilayah tempat kita sendiri.


-(Kesimpulan)-

Bahawa otonomi daerah merupakan suatu bentuk penyosial dlenggaraan pemerintahan dengan menggunakan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di daerah tersebut untuk dapat dipergunakan seoptimal mungkin untuk pembangunan kesejahteraann daerah tersebut.

Hak-hak dan kewenangan daerah untuk meregulasi, mengatur dan menetapkan segala bentuk kebikajakan sendiri tanpa harus sentralistik dan mengacu kepada kebijakan yang lainnya.

Otonomi dengan kekuatan yang memenuhi segala aspek, baik ekonomi,social dan politik akan membawa masyarakat kepada kesejahteraan hidup, karena pemrintah akan lebih cepat menemukan berbagai permasalahan sekaligus pemecahannya dengan kekuatan aspek-aspek di atas tadi.

"Semoga dengan terselesaikannya karya tulis ini menjadi suatu bentuk kontribusi positif dan dapat digunakan sebagai suatu referensi untuk membuka jendela dan hasanah ilmu pengetahuan."

Penutup
Dengan mempelajari tentang otonomi daerah maka kita akan tau, fungsi, tujuan, pengertian, bahkan kesimpulannya.
Semoga bacaan tentang pelajaran otonomi ini dapat menjadi pelajaran yang berguna serta bermanfaat juga untuk semuanya.
Terima kasih.